oleh

PJ Kades Punaga Gunakan Kekuasaannya Melakukan Nepotisme Dalam Pemerintahannya

Mediainvestigasi.com PJ Kades Punaga Gunakan Kekuasaannya Melakukan Nepotisme Dalam Pemerintahannya.

 

Upaya pemerintah dalam pemberantasan praktek KKN (Korupsi Kolusi Nepotisme) adalah suatu pekerjaan yang berat, pasalnya KKN sendiri sudah menjadi BENALU sosial sejak lama. Seperti halnya yang terjadi dipemerintahan Desa Punaga, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, terdapat sebuah pemerintahan desa yang dikuasai oleh satu keluarga/KK, yaitu Bapak sebagai Kepala Dusun, anaknya Sekertaris desa/sekdes (melanggar UURI Nomor 6 tahun 2014 pasal 29 huruf (b), (c) dan (f) dan perbup nomor 15 tahun 2018), dan temuan baru di lingkup pemerintah desa Punaga di wilayah Kabupaten Takalar. Hal ini jelas-jelas masuk dalam katagori KKN. (kupas tuntas 1 temuan dugaan KKN )

KKN adalah suatu tindakan yang sangat merugikan bagi setiap kalangan masyarakat dan negara, dikarenakan KKN hanya menguntungkun suatu pihak tertentu yang memiliki kekuasaan berlebih sehingga orang-orang kecil dan jujur akan dirugikan. KKN sendiri adalah gabungan dari kata Korupsi , Kolusi , dan Nepotisme.

Menurut sumber informasi yang tidak mau disebutkan namanya inisial (N) mengatakan “Terjadinya Nepotisme di pemerintahan Desa Punaga dikarenakan PJ Kades Punaga Sudirman Nompo, menggunakan kekuasaannya sebagai penjabat kepala desa sehingga anak dari seorang kepala Dusun Malelaya, Muntu Daeng Situju atas nama Yusrifal dijadikan sekretaris Desa Punaga, padahal masih satu keluarga, apakah sudah tidak ada lagi masyarakat Desa Punaga yang bisa dijadikan sekretaris Desa selain anak kepala dusun malelaya, ” ucapnya.
Kata ini biasanya digunakan dalam konteks derogatori. Sebagai contoh, kalau seorang Kades mengangkat atau menaikan jabatan seorang saudara atau orang yang tinggal serumah, tanpa pedulikan kemampuan dan keahlian. Beberapa pakar biologi telah mengisyaratkan bahwa tendensi terhadap nepotisme adalah berdasarkan naluri, sebagai salah satu bentuk dari pemilihan saudara.

Secara umum akibat Nepotisme adalah merugikan negara dan merusak sendi-sendi kebersamaan serta memperlambat tercapainya tujuan nasional seperti yang tercantum dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945.(At)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Baru Lainya