oleh

Pembangunan adalah aspek paling penting dalam suatu Negara yang pada hakikatnya untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera

-Berita, Daerah-219 views

blank

Mediainvestigasi.com.Tapi hal itu tidak sesuai dengan Pelaksanaan pekerjaan proyek Jalan Tani,yang menuai kejanggalan dalam pengerjaan dan tidak ada pemasangan papan nama proyek, yang terletak di Dusun Boddia Desa Bontoparang,Kecamatan Marbo , Kabupaten Takalar.

Pekerjaan tersebutpun dikeluhkan oleh salah satu warga setempat,waktu mengunjungi langsung lokasi proyek jalan tani tersebut, mengatakan kepada awak media (08/11/2020),bahwa,

“Pengerjaan Proyek Jalan Tani itu banyak kejanggalan mulai dari tidak transparansi yaitu tidak ada pemasangan papan nama proyek (Sesuai dengan UU No.14 tahun 2008,tentang Keterbukaan Informasi publik dan Perpres No.58 tahun 2017 tentang percepatan pembangunan, mensyaratkan adanya pemasangan papan nama proyek) dan juga dari segi pengerjaan galian pondasi yang tidak layak
Karna galian pondasi cuma di keruk kedalamnya hanya sekitar 5/10cm”Tuturnya.

setelah itu awak media langsung menemui dan konfirmasi kepada Umar Nanring/dg Nanring selaku pengawas proyek Jalan Tani tersebut untuk memintai keterangannya,
lalu dg Nanring mengatakan,

“Saya tidak tau siapa yang punya proyek ini saya cuma di amanatkan untuk mengawasi pekerjaan ini” Tutupnya dg Nanring/wakil ketua BPD Desa Bontoparang.

blank
Disisi lain, Dg liwang yang selaku Penyalur/Penyuplai Meterial juga mengatakan hal yang sama, dengan Dg Nanring,

“Saya tidak tau bilan siapa yang punya proyek jalan tani ini saya cuma di suruh orang dari Makassar”Ujar Dg Liwang.

Lalu awak media ini mencoba meminta Nomor WA/Telfonnya sang Pemilik proyek Jalan Tani,Kepada Dg Liwang, menjawab, “Tidak ada saya tidak tau saya cuma di suruh kasih masuk meterial”kata Dg Liwang.

Lalu awak media mencoba Konfirmasi kepada salah satu pembawa Meterial yang bernama Salim Situru melalui telpon seluler, lalu dia menjawab,

Dg Nanring pemiliknya Pekerjaan tersebut, yang anggota BPD itu”Tegas Salim Situru.

Dengan hal ada sebagian pihak yang merasa dirugikan dengan pekerjaan tersebut,Salah satunya Dg Situju yang merasa dirinya sangat dirugikan oleh Dg Nanring dan Dg Liwang dia mengatakan bahwa,

“Saya ini merasa di rugikan karna saya belum di bayar meterialku baru bukanmi saya na tempati ambil meterial ada apa ini” katanya ke awak media

Dan disisi lain Dg Tompo selaku pekerja juga mengatakan dirinya di rugikan,

“kenapa gaji saya belum di bayar baru itu pekerjaan sudah lama selesai kan lucu proyek sudah selesai baru gaji saya belum di bayar”.tuturnya sambil emosi.(tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Baru Lainya