oleh

Pasukan PHH & Hanlan Lanud RHF Amankan Bandara dari Amukan Massa

 

Mediainvestigasi.com Tanjungpinang

Sekitar pukul 14.00 WIB, Selasa (8/12) sekelompok massa pendukung salah satu Pasangan Calon (Paslon) Gubernur berkumpul menuju Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang dengan membawa spanduk, bendera, dan berbagai atribut lainnya untuk penolakan kunjungan kerja pendukung Pasangan Calon Gubernur dari kubu lawan yang akan datang dengan pesawat komersil dan dijadwalkan tiba di Bandara Raja Haji Fisabilillah.

Massa tersebut berkumpul di depan pintu gerbang masuk Baseops Bandara Raja Haji Fisabilillah dan menunjukkan aksi anarkis, mengamuk, dan menerobos masuk ke wilayah bandara, sehingga membuat para pengguna fasilitas bandara menjadi panik dan khawatir terhadap keselamatan diri maupun operasional penerbangan di Bandara Raja Haji Fisabilillah.

General Manager PT. Angkasa Pura II Bandara Raja Haji Fisabilillah langsung menghubungi Komandan Lanud RHF dan menginformasikan bahwa Bandara Raja Haji Fisabilillah dalam kondisi siaga merah sehingga pengendali keamanan bandara diserahkan kepada Lanud Raja Haji Fisabilillah.

Komandan Lanud Raja Haji Fisabilillah langsung memerintahkan Kepala Dinas Operasi untuk mempersiapkan Pasukan Penanggulangan Huru-Hara (PHH) dan Pasukan Pertahanan Pangkalan (Hanlan) guna mengamankan Bandara Raja Haji Fisabilillah serta memukul mundur massa demonstran yang bertindak anarkis.

Dengan cepat Pasukan PHH dan Hanlan segera bergerak menuju Bandara Raja Haji Fisabilillah menggunakan kendaraan taktis yang langsung dikomando oleh Kepala Dinas Operasi selaku pengendali lapangan. Setibanya di bandara, pasukan PHH segera membentuk formasi pertahanan untuk menahan serangan yang semakin anarkis serta berusaha untuk memukul mundur massa demonstran.

Kondisi massa yang semakin tidak terkendali memaksa Pasukan Hanlan mengambil alih situasi dengan menembakan beberapa tembakan peringatan dengan menggunakan peluru hampa untuk menggetarkan mental massa demonstran serta mengamankan provokator aksi tersebut. Akibatnya massa memilih mundur dan membubarkan diri.

Skenario tersebut merupakan Latihan Penanggulangan Huru-Hara dan Pertahanan Pangkalan yang menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Dinas Operasi sebagai program kerja Lanud Raja Haji Fisabilillah Tahun Anggaran 2020. “Kita melaksanakan latihan rutin yang dilaksanakan oleh Bidang Operasi dan Latihan, yaitu melaksanakan Latihan Penanggulangan Huru Hara yang rutin dilaksanakan setiap tahun,” tutur Komandan Lanud Raja Haji Fisabilillah Kolonel Pnb Andi Wijanarko.

Lebih lanjut, Komandan Lanud RHF menjelaskan, bahwa latihan yang melibatkan 53 anggota yang terdiri dari Pasukan PHH, Hanlan, Intel, dan Polisi Militer tersebut untuk menyiapkan pasukan dalam menghadapi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) tahun 2020. “Lanud RHF telah mensiagakan satuan setingkat kompi untuk stand by membantu apabila terjadi kerusuhan khususnya di seluruh obyek vital yang berada di wilayah operasi Lanud Raja Haji Fisabilillah,” ujarnya.

Diharapkan, melalui latihan tersebut, seluruh personel akan lebih memahami dan menguasai seluruh prosedur yang berlaku dalam mengendalikan maupun menanggulangi aksi demonstran sesuai prosedur yang berlaku serta siap menghadapi situasi apapun. (Lanud RHF/Mhmd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Baru Lainya