oleh

Akhir Hotel Alexis di Tangan Anies

blank

Mediainvestigasi.com.Ketenaran Hotel Alexis sebagai pusat hiburan urusan selangkangan untuk para lelaki tak perlu diragukan. Perempuan lokal dan import sudah disediakan oleh pihak management. Namun, kegiatan yang terkait dengan syahwat di hotel tersebut akhirnya berhenti di tangan Anies Baswedan dan Sandiaga uno.

Anies Baswedan sejak kampanye Pilkada DKI sudah mengumbar akan menutup Hotel Alexis. Niat itu akhirnya berlanjut hingga Anies resmi menjadi gubernur.
Langkah pertama, Pemprov DKI di bawah Anies, tidak memperpanjang izin Hotel Alexis. Alasannya demi menjaga moral Kota Jakarta.
Sudah menjadi hal umum bahwa Hotel Alexis terkenal dengan menjajakan perempuan untuk kaum pria. Para wanita yang dijajakan bahkan dari luar Indonesia, seperti China dan Uzbekistan.
Namun, Hotel Alexis yang berubah nama menjadi Karaoke 4 Play, kerap menawarkan jasa prostitusi kepada pengunjungnya.


Hal ini mematik kekesalan dari warga. Pemprov DKI pun bereaksi.
Wacana penutupan Hotel Alexis secara menyeluruh akhirnya akan terealisasi pada Rabu, 28 Maret 2018, besok. Hotel Alexis yang dijalankan PT. Grand Ancol akan resmi ditutup Pemerintah Provinsi DKI.
Semua kegiatan yang ada di Hotel Alexis akan dimatikan. Bar, karaoke, griya pijat akan berhenti.
Penutupan Hotel Alexis ditandai dengan pencabutan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) sejak Kamis, 22 Maret 2018.

Anies Baswedan menjelaskan, Hotel Alexis ditutup karena tempat tersebut melanggar Peraturan Daerah (Perda) 14 nomor 6 tahun 2015, karena diketahui mempraktikan jual beli manusia atau prostitusi.
“Kemudian kita tindak lanjuti. Kita lakukan pemeriksaan investigasi lengkap, sumber-sumber sampai pada kesimpulan jadi pelanggaran Perda,” kata Anies.
Sementara soal penjualan narkoba, Anies menekankan bahwa pihaknya tidak menemukan praktik tersebut. “Narkoba kita tidak lihat tetapi praktek prostitusi, praktek perdagangan manusia ditemukan di situ.”
Sejarah Alexis

Nama Alexis merupakan pergantian nama dari Hotel Ancol yang bermasalah. Pada tahun 90-an, Hotel Ancol merupakan sarang berpesta, termasuk pesta menggunakan narkoba.
Akun @kurawa melalui pengalaman dan investigasinya menceritakan bahwa pengunjung yang tewas karena overdosis narkoba di Hotel Ancol, menjadi hal yang lumrah.


Hotel Ancol juga terkenal dengan kasus perempuan-perempuan yang bunuh diri. Isu hotel berhantu pun muncul. Kesan atau isu hantu membuat hotel merugi.
Hotel Ancol akhinya terjual di awal tahun 2000-an, dengan pembeli Alex Tirta. Nama Alexis pun menggantikan Hotel Ancol.
Peluncuran Hotel Alexis pertama kali terjadi pada Tahun 2006 hotel Alexis. Hotel alexis pun memasarkan diri sebagai pioneer one stop entertainment, pusat “surga” bagi pria untuk manarik pengunjung. Hiburan yang membuat berahi menjadi hiburan utama.

Hiburan Hotel Alexis berupa diskotik, karaoke, pijat, jacuzi hingga lounge yang dihuni oleh bidadari-bidarai import maupun lokal.
Izin pendirian Alexis dikeluarkan di masa Gubernur Sutiyoso dan Wagub Foke. Alasannya saat itu, sebagai kota metropolitan, Jakarta harus ada pusat hiburan bagi warga asing. Dan Hotel alexis berjalan sendirian saat itu sebelum munculnya tempat-tempat hiburan lainnya yang mencoba mengikuti karena ramai dan populernya Alexis.(At)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Baru Lainya